UE Luncurkan Sanksi Terhadap Pemimpin Belarus Lukashenko

UNI Eropa (UE) mengeluarkan prosedur pemberian sanksi untuk Presiden Belarus Alexander Lukashenko, putranya Viktor dan 13 karakter lainnya yang bertanggung jawab atas tindakan keras pasca-pemilihan di bekas negara Soviet, kata sumber-sumber diplomatik di Brussels.

Lampu hijau untuk melarang visa dan membekukan aset Lukashenko dan 14 orang lainnya, diberikan oleh utusan dari 27 negara anggota UE dan harus dikonfirmasi dalam jurnal resmi blok tersebut pada Jumat (6/11).

Uni Eropa sudah memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset pada 40 sekutu Lukashenko karena mencurangi pemilihan pada Agustus. Akibatnya, Lukashenko kembali ke tampuk kekuasaan dan mengatur tindakan sungguh-sungguh terhadap protes massa yang sudah mengguncang negara itu sejak pengumpulan suara.

Blok tersebut menahan diri buat menghukum Lukashenko, berusaha membujuknya untuk terlibat dalam dialog dengan gaya oposisi guna menyelesaikan krisis dalam negara tersebut.

Namun, harapan tersebut tidak terpenuhi dan pada pertengahan Oktober. Para menteri luar negeri UE pun memberikan lampu hijau, pada prinsipnya untuk mengambil tindakan terhadap pemimpin tersebut.

Baca juga:   Biden Janji Dukung Oposisi Belarus untuk Singkirkan Lukashenko

Lukashenko bertanggung jawab atas penindasan dengan kekerasan oleh aparat negara sebelum & sesudah pemilihan presiden 2020.

Itu juga memberinya tanggung jawab atas pengecualian kandidat oposisi penting dalam pemilu, penangkapan sewenang-wenang dan perlakuan buruk terhadap demonstran damai, serta intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis.

UE pula menargetkan putra Lukashenko, Viktor, dengan bertindak sebagai penasihat keamanan nasional di Belarus.

Untuk diketahui, Uni Eropa menolak hasil pemilihan pada 9 Agustus dan mengatakan tidak memandang Lukashenko sebagai presiden yang sah. (AFP/OL-5)