TNI Dituntut Tetap Setia Lindungi NKRI

HARI ini, benar 75 tahun usia Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sungguh usia dengan panjang seiring dengan perjalanan cerita bangsa Indonesia.

Dalam penilaian Kepala Pekerja TNI-AU periode 2015-2017, Marsekal (Purn) Agus Supriatna, TNI harus semakin kuat dalam menjaga sumpah setia kepada Pancasila untuk melindungi marga dan negara kesatuan Republik Nusantara (NKRI).

“Setiap prajurit hingga purnawirawan membentengi dan merawat ideologi negara Pancasila dari ancaman, rongrongan, dan usikan, baik dari luar maupun di dalam negeri. Termasuk menempatkan Pancasila jadi panduan utama yang menjiwai nasionalisme seluruh prajurit TNI, ” sekapur Agus dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, kemarin.

Adapun Komite untuk Orang Hilang dan Objek Tindak Kekerasan (Kontras) menilai kemampuan TNI masih banyak memerlukan revisi. Pada usia ke-75 tahun, pembela kedaulatan negara ini belum sepenuhnya menjalankan pesan reformasi sehingga sering memasuki ranah sipil sehingga membuat tindak kekerasan.

“Selama Oktober 2019-September 2020 Kontras menemukan 76 peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM yang dikerjakan ataupun melibatkan anggota TNI. Peristiwanya tersebar di 19 provinsi dan mengalami peningkatan dari peiode 2018-2019 yang berjumlah 58 peristiwa, ” ujar Wakil Koordinator Kontras Rivanlee Anandar, kemarin.

Oleh karena itu, Kontras mendesak Pang lima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengevaluasi sistem pengawasan internal di tubuh tentara. “Serta memastikan proses hukum akuntabel kepada anggota TNI yang melakukan pelanggaran HAM. ”

Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai TNI harus lebih aktif berperan dengan kasus global seperti penanganan pandemi covid-19 dan resesi ekonomi 2020 biar tidak mengganggu ketahanan dan kemantapan nasional.

“Peringatan HUT TNI tahun itu dilaksanakan ketika bangsa dan negeri berada di zona resesi ekonomi dan di tengah pandemi covid-19. Oleh karena itu, baik resesi maupun pandemi harus ditangani dengan penuh kebijaksanaan agar ketahan an dan stabilitas nasional tetap terjaga. Sebagai salah satu unsur gaya bangsa. TNI wajib tampil & mengambil bagian dalam keseluruhan metode penyelesaian dua masalah itu, ” tandas Bambang di Jakarta, kemarin.

Bambang menambahkan lonjakan kasus covid-19 justru terjadi di daerah atau daerah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya di Pulau Jawa. (Cah/Ant/X-3)