Tim Kampanye Bobby-Aulia Dipanggil Bawaslu soal Pertemuan di Kafe

CALON Wakil Walikota Medan cetakan urut 2 Aulia Rahman, dikabarkan menemui warga suku Jawa dengan tatap muka di  Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada hari baru kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020, Sabtu (26/9).

Menindaklanjuti hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Sumatera Utara Suhadi Sukendar Situmorang mengucapkan, sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Tanah air Medan, guna melakukan klarifikasi di tim kampanye pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Bobby Nasution dan Aulia Rahman.

“Kami koordinasi dengan Bawaslu Kota Medan, dan akan memanggil tim kampanye yang bersangkutan. Memang selama masa pandemi ini, tidak bisa 71 hari penuh digunakan oleh pasangan bahan untuk melakukan kampanye, ” sah Suhadi kepada Media Indonesia pada Jakarta, Minggu (27/9).

Menurut Suhadi, bersandarkan laporan panitia pengawas di level kecamatan dan Bawaslu Kota Zona, Aulia Rahman menghadiri pertemuan yang dilakukan oleh komunitas karena diundang. Pertemuan itu dilakukan secara tatap muka di sebuah kafe dengan kapasitasi melebihi jumlah yang ditentukan.

Namun, imbuhnya, tidak ada penyampaian visi-misi dalam pertemuan tersebut. Hanya selalu, Aulia menggunakan atribut berupa kaos dirinya sebagai calon Wakil Walikota Medan. Oleh karena itu, Bawaslu Kota Medan akan memanggil tim kampanye yang bersangkutan dan menodong penjelasan.

Baca juga:   Kampanye Virtual Di Pilkada 2020 Dianjurkan Untuk Cegah Covid-19

Di pusat masa pandemi, Suhadi menuturkan, Bawaslu mendorong agar pasangan calon kepala daerah memaksimalkan kampanye secara virtual. Selain itu, ia menuturkan di mengawasi kampanye virtual, Bawaslu kawasan telah meminta akun media baik dari peserta pilkada, termasuk memasukkan panitia pengawas dalam pertemuan secara zoom apabila kampanye secara daring dilakukan.

“Kampanye kami dorong seoptimal mungkin dilakukan menggunakan media sosial dalam rumah atau virtual. Tujuannya menghindari pertemuan tatap muka, ” terangnya.

Pada mengantisipasi terjadi kerumunan yang menyalahi protokol kesehatan selama masa persuasi, Suhadi mengatakan Bawaslu Sumatera Mengadukan memberdayakan fungsi-fungsi yang ada kaya melibatkan satuan tugas pamong praja (Satpol PP) yang berada dalam bawah pemerintah daerah, hingga kepolisian dalam membubarkan kerumunan.

“Apalagi kalau tak ada izin, ” tegasnya.

Memasuki hari kedua kampanye, Suhadi menuturkan sekitar ini pilkada di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara, masih berlaku kondusif. Secara terpisah, Komisioner Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya belum mendapati temuan dan laporan perihal menonjol terkait pelanggaran terhadap aturan kesehatan. (OL-7)