Tim HAM PBB telah Bertemu Presiden Mali yang Dikudeta

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa melaporkan pada Jumat (21/8) bahwa pejabat hak dasar manusia organisasi itu telah bertemu dengan presiden Mali yang digulingkan, Ibrahim Boubacar Keita dan pejabat lainnya yang telah ditahan oleh pemberontak sejak kudeta militer kausa pekan ini.

Dikutip dari France24 berdasarkan laporan misi penjaga perdamaian PBB di Mali (MINUSMA), belum ada kabar dari Keita sejak Selasa, ketika dia membubarkan parlemen & kemudian mengundurkan diri setelah ditahan militer pemberontak. Namun, tim benar asasi manusia diberi akses ke Keita dan tahanan lainnya.

Meski diketahui telah bertemu Keita, pejabat PBB belum berkomentar. Tidak ada rincian tentang apa yang dibicarakan atau tentang kondisi para tawanan.

Menangkap juga:   Korea Daksina Siap Amankan Vaksin Covid-19 buat 40% Penduduknya

Sementara, sejak Keita tertinggal dari jabatannya, jalan-jalan di ibukota Bamako kembali tenang untuk keadaan ketiga berturut-turut pada hari Jumat. Para pemimpin junta yang menyelenggarakan kudeta berjanji untuk mengawasi transisi ke pemilihan dalam waktu yang masuk akal.

Juru bicara junta, Kolonel-Mayor Ismael Wague, mengatakan bahwa mereka berencana untuk melantik presiden pergantian. Kandidatnya mungkin saja dari awak sipil atau pun dari kalangan militer.

Dia juga menambahkan bahwa para prajurit yang merebut kekuasaan pada hari Selasa, berhubungan dengan klub sipil, partai oposisi, mayoritas, seluruh orang, untuk mencoba menempatkan pertukaran di tempat. Sebuah dewan yang dipimpin oleh presiden transisi hendak terdiri dari warga sipil atau tentara dan bersumpah bahwa transisi akan dilalukan sesingkat mungkin. (France24/OL-7)