Terang Investasi Tiongkok di RI, BKPM: Mereka Berani

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

BESAR Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membenarkan banyak investasi asal Tiongkok yang digarap pada Indonesia. Misalnya di sektor pabrik nikel.

“Tiongkok ini negara ngeri-ngeri sedap juga. Aku jujur saja lah. Contoh nikel, smelternya hampir segenap (investasi) dari Tiongkok, ” ujar Bahlil dalam seminar virtual, Selasa (8/12).

Bahlil menilai investor Tiongkok mempunyai keberanian dibandingkan negara lain. Jadi, banyak proyek di Indonesia dengan dijalankan pengusaha asal Negeri Tirai Bambu.

Baca juga:   Menteri ESDM:   Kejayaan Migas  Sudah Berlalu

“Memang mereka (investor Tiongkok) paling berani. Dibandingkan Jepang dengan banyak sekali penelitian, negara asing juga begitu, debatnya minta ampun. Mereka (Tiongkok) agak nekat, ” imbuhnya.

Di lain sisi, Bahlil mengisbatkan bahwa pemerintah selalu mengawasi investasi yang masuk dan sedang berjalan di Tanah Air. Hal tersebut penting untuk menghindari tindakan semena-mena dari investor asing.

“Dalam pengawasan saya, ya ada yang tidak tukar. Ngomongnya hari ini apa, besok beda. Makanya kita harus bebat dengan perjanjian yang clear and clean, ” pungkas Bahlil.

Membaca juga:   Menkeu:   Bayaran Daerah  untuk Program  PEN  Benar Lamban

Perjanjian investasi itu berniat menghindari kerugian negara. Menurut Bahlil, kehadiran Undang-Undang (UU) Cipta Kegiatan menjadi instrumen untuk menjaga kondisi investasi di Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyebut investasi Tiongkok di Indonesia meningkat 9% pada semester I 2020. Dari periode sebelumnya sebesar US$2, 2 miliar lalu naik menjadi US$2, 4 miliar.

“Selama semester I 2020, investasi Tiongkok di Indonesia meningkat tajam secara 1. 311 proyek. Tiongkok menjelma investor asing terbesar kedua pada Indonesia, ” jelas Djauhari. (OL-11)