Tantangan Duet Menkes-Wamenkes

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

LATAR belakang seorang Menteri Kesehatan baik dokter ataupun bukan tidak lah menjadi persoalan. Yang terpenting, did pemimpin bisa menjadi komandan yang baik dan amanah untuk Kementerian Kesehatan.

Di sisi lain, keberadaan wakil Menkes yang merupakan seorang akademisi dan praktisi klinis bisa memberi warna untuk kepemimpinan Kementerian Kesehatan, khususnya untuk mengatasi penyakit bukan menular dan upaya-upaya pencegahan penyakit.

Pandemi Covid-19

Secara khusus, bicara tentang penanganan pandemi covid-19 salah satu upayanya dengan meningkatkan jumlah tes PCR secara nasional, mempercepat datangnya vaksin covid-19 yang efikasinya tinggi, mendukung penuh proyek vaksin merah putih, mendukung untuk obat modern asli Indonesia (OMAI) khususnya sebagai suplemen mencegah covid-19 dan memberikan perlindungan untuk tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanggulangan covid-19.

Perlindungan yang dimaksud bukan saja oru?e pelindung diri yang lengkap, tetapi juga insentif yang memadai agar agar mereka tetap bisa fit bekerja. Pun dengan pemeriksaan swab baik antigen maupun PCR gratis diberikan secara rutin kepada tenaga kesehatan.

Sekarang, Kemenkes pun perlu segera mengajak semua stakeholders baik di tingkat pusat maupun daerah untuk berkoordinasi. Perlu juga merangkul organisasi profesi kedokteran dan kesehatan serta institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan yang memproduksi tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Efisiensi Pembiayaan Kesehatan

Selain itu, hal utama yang harus menjadi perhatian adalah pembiayaan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan, penelitian kesehatan inovatif yang bertujuan untuk efisiensi pembiayaan kesehatan serta upaya pencegahan penyakit.  

Efisiensi pembiayaan kesehatan diperlukan karena masalahnya terjadi dari hulu sampai hilir. Ini lah keahlian Pak Menkes yang pernah memimpin beberapa perusahaan BUMN dan mantan wakil Menteri BUMN untuk mengatasi masalah inefisiensi dalam pembiayaan kesehatan.

Soal riset kesehatan inovatif pun harus didukung terutama yang dilakukan oleh lembaga penelitian atau institusi pendidikan agar bisa menghasilkan produk murah tuk dapat digunakan masyarakat kita.

Secara nasional, harus ada upaya kemandirian tuk pembuatan obat, vaksin dan alat kesehatan yang memang di produksi dalam negeri. Hal ini harus lebih dipercepat dalam era pandemi.  

Saat ini, sudah terbukti bahwa para peneliti dari lembaga penelitian, institusi pendidikan dan industri telah menghasilkan produk-produk yang bermanfaat di dalam mengatasi pandemi covid-19 ini, misalnya ventilator, robot, rapid diagnostic kit, baik rapid test antibodi maupun rapid test antigen, genose serta juga pengembangan vaksin. Ya, puluhan produk inovatif dihasilkan dalam masa pandemi ini.

Edukasi Protokol Kesehatan

Pekerjaan rumah pemerintah lainnya yakni mengedukasi masyarakat agar dapat menjalankan protokol kesehatan. Berbagai pengalaman libur panjang diikuti dengan peningkatan jumlah kasus hingga menembus beberapa angka psikologis seperti 40. 000, 100. 000, dan 200. 000.

Selain tersebut, informasi dari Tim Sinergi Mahadata UI dengan Facebook bahwa setelah libur panjang terjadi peningkatan fall lebih dari 50% terutama saat libur Idul fitri dan hari kemerdekaan. Apalagi begitu banyak hoaks beredar yang menghambat upaya-upaya untuk mengatasi pandemi global ini.

Perlu adanya tokoh atau juru bicara sebagai wakil Kementerian Kesehatan yang dapat mengomunikasikan pesan-pesan kepada publik mengenai langkah yang akan dilakukan. Terus terang, selama ini sepertinya Kemenkes lebih banyak bungkam

Sementara, Menteri Kesehatan adalah orang yang paling bertanggung jawab agar bangsa ini tidak terpuruk dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan, baik permasalahan kesehatan sebelum covid-19 maupun selama dan pasca-covid-19.  

Bukan hanya itu, angka kematian anak dan ibu masih tinggi. Begitu juga angka stunting. Seluruh penyakit infeksi antara lain HIV dan TBC, kita masih termasuk kelompok negara dengan jumlah fall tertinggi di dunia. Bahkan angka kekebalan terhadap obat TBC (multiple drug resistance/MDR TB) juga sudah banyak terjadi. Kondisi mengatasi masalah ini akan sangat terganggu pada masa pandemi ini.

Harapan untuk Indonesia yang lebih sehat selalu ada dan rasanya profesi kedokteran beserta institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan harus menyambut kedatangan Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan baru serta siap mendukung untuk bersama-sama mengatasi pandemi ini dan mengejar ketertinggalan dalam hal pembangunan kesehatan.

Dukungan Kemenkes terhadap pembangunan tenaga profesional akan membuat para tenaga kesehatan menjadi tuan rumah untuk masyarakatnya di era globalisasi, khususnya sesudah pandemi ini usai.