TAFSIR AL-MISHBAH

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

SURAH At-Tahrim dinamai demikian karena karena di awal surat ini ada kata  tuharrim   yang kata asalnya ialah  at-tahriim   yang berarti mengharamkan.

Tujuan pokoknya ialah tuntunan bagaimana seharusnya suami pedusi dan keluarga melakukan kesibukan untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Kehidupan Nabi Muhammad SAW dengan istri-istrinya menjelma latar belakang turunnya surat ini.

Disebutkan bahwa Tuhan menegur Nabi karena bersumpah tidak akan meminum madu lagi hanyalah karena menghendaki kesenangan hati istri-istrinya. Padahal, madu itu ialah minuman halal.

“Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Tuan ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Penyayang, Maha Penyayang, ” serupa itu Allah berfirman di ayat ke-1.

Allah mengampuni kesalahan Nabi yang telah berjanji tidak mau lagi minum madu itu dengan memandang Nabi membayar kafarat. Rasul telah memenuhi ketentuan Allah dengan membayar kafarat, yaitu memerdekakan seorang budak.

Sumpah wajib dilanggar ialah bila bersifat menghalalkan sesuatu yang hukumnya haram atau sebaliknya, sumpah itu mengharamkan sesuatu yang halal. Apa pula kasusnya, jelas Nabi mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah. Oleh karena itulah, Tuhan menegur dan meminta Rasul untuk membatalkan sumpahnya secara membayar kafarat.

Pada dongeng lain, salah satu pedusi Nabi (Hafsah) memberitahukan spion sumpah Nabi tersebut kepada istrinya lainnya (Aisyah). Allah-lah yang memberitahukannya kepada Rasulullah saw. Sang istri yang menyerakkan rahasia itu (Hafsah) biar terkejut. Nabi mengatakan yang memberitahunya ialah Sang Mahatahu segala sesuatu yang tidak sesuatu pun tersembunyi lantaran pengetahuan-Nya.

Allah berfirman, andaikata Hafsah dan Aisyah suka bertobat dan mengatakan dirinya telah menyalahi kehendak Nabi, keduanya cinta kepada apa yang beliau cintai, dan membenci apa yang dibencinya, berarti keduanya telah cenderung untuk menerima kebaikan.

Tetapi, jika keduanya enggan bertobat kepada Allah dengan lengkap penyesalan, mereka telah melangsungkan yang salah karena telah berpaling dari sesuatu dengan dicintai Rasulullah, yaitu melindungi rahasianya. Apabila kalian bersekutu untuk menyusahkan Nabi, nyata Allah ialah penolongnya.

Kesimpulannya, manusia tidak luput daripada kesalahan, kekeliruan, bahkan dalam konteks Nabi Muhammad dan para istri yang mulia, tetapi juga mendapatkan teguran serta peringatan. (Fer/H-2)