Sumut Genjot Pertanian untuk Pulihkan Ekonomi

GUBERNUR Sumatera Melahirkan Edy Rahmayadi memersiapkan beberapa desain untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19. Salah satunya adalah secara menggenjot sektor pertanian.

Edy mengatakan, untuk pemulihan ekonomi, dia akan pokok melihat potensi daerah dan zona pertanian menjadi yang paling mungkin dilakukan. “Itu karena beberapa komoditas pertanian Sumut mengalami surplus, bagaikan beras, cabai merah dan cabai rawit, ” ujarnya, Selasa (8/9).

Per kabupaten/kota pun memiliki potensi berbeda, seperti Kabupaten Humbang Hasudutan buat tanaman bawang putih, bawang abang dan cabai merah. Kemudian Kabupaten Deliserdang untuk padi dan peternakan, serta Kabupaten Karo dapat menjadi andalan bagi komoditas palawija dan sayuran.

Terlebih saat ini Indonesia sedang sangat sulit memasukkan barang impor, sehingga peningkatan produk pertanian benar menjadi peluang terbaik untuk perbaikan ekonomi. “Saya tidak terlalu meminta akan hal itu (impor). Peluangnya adalah antardaerah saling bertukar komoditi yang surplus, ” kata Gubernur.

Potensi lahan pertanian di Sumut, sendat Edy, juga sangat luas. Menurutnya, terdapat 11 kabupaten yang menjelma prioritas pengembangan sektor pertanian laksana Langkat, Deliserdang, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas Utara, Padanglawas, Tapanuli Selatan, Samosir, Mandailing Natal, serta Nias Selatan. (R-1)