Rektor IPB: Hanya Sektor Pertanian yang Tahan Goncangan

REKTOR  Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Arif Satria, SP, Msi, menegaskan bahwa sektor pertanian adalah sektor penyelamat bagi tumbuh kembangnya ekonomi nasional baik saat pandemi Covid 19 seperti sekarang ini maupun pada masa kehidupan umum seperti sedia kala.

Menurut Arif, zona pertanian telah membuktikan bahwa gawat dan berbagi goncangan yang ada saat ini bukan suatu rintangan dalam meningkatkan produksi pangan beserta meningkatkan lalu lintas ekspor pertanian.

“Tumbuhnya sektor pertanian di angka dua, 15%  ini, maka sesungguhnya sudah menunjukan bahwa pertanian selalu survive . jadi faktual dari dulu selalu tumbuh serta stabil. Artinya apa? artinya begitu ada goncangan, goncangan yang begitu besar, maka hanya sektor pertanian yang tetap bertahan bahkan menjadi penyelamat ekonomi nasional, ” ujar Arif Satria, Senin (9/11).

Arif mengucapkan, sudah saatnya sektor pertanian menjadi perhatian khusus semua pihak. Terlebih, catatan BPS pada beberapa masa lalu harus menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk kembali mendahulukan kebijakanya pada sektor pertanian.

“Menurut saya ini menjadi hal yang benar penting uantuk dicatat karena pertanian menjadi penopang utama ekonomi kita. Bayangkan saja, ketika masyarakat pelik mencari kerja pada akhirnya lari juga ke sektor pertanian, ” katanya.

Ke depan, Arif berharap pemerintah menyiapkan langkah strategi jangka lama untuk menumbuhkan minat generasi bujang dalam membangun pertanian modern dengan berbasiskan teknologi canggih. Rumusan itu penting dilakukan supaya ekosistem pertanian Indonesia berjalan secara berkelanjutan.

“Kalau itu kita jadikan momentum, maka paksa sekarang ini adalah momentum kemandirian pangan kita, momentum untuk kemajuan pertanian kita. Makanya harus ada rumusan jangka pendek, jangka membuang dan jangka panjang. Terutama melanda regenerasi petani, ” tutupnya.

Sebagai fakta, saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menetapkan target pencetakan dua, 5 juta petani muda untuk jangka waktu 5 tahun ke depan.

Pencetakan 2, 5 juta petani muda  dilakukan untuk merealisasikan rencana jangka panjang pemerintah. Upaya itu telah  dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan kementerian lain serta perguruan tinggi. (RO/OL-09)