Polri Didukung Komisi III DPR RI Usut Tuntas Jaringan Terorisme

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Komisi III DPR RI mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas dan terus mengungkap jaringan terorisme di Negara.
 
Ketua Komisi III DPR Herman Hery, di Jakarta, Rabu, mengatakan tindakan teroris betul melukai rasa kemanusiaan & tidak dibenarkan oleh semesta umat beragama.
 
“Saya mengecam dan mengutuk aksi terorisme yang belakangan terjadi di Negeri. Saya mendesak Polri untuk mengusut tuntas jaringan terorisme di Indonesia, ” cakap Herman.
 
Densus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris di Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, dan Timah Raya Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, setelah bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret.
 
Dalam Rabu (31/3) sore teroris melakukan aksinya di Mabes Polri. Seorang perempuan menodongkan senjata api ke ajaran polisi, dan polisi lalu mengambil tindakan terukur.
 
Herman mengapresiasi kesigapan polisi yang secara cepat berhasil menindak pelaku. “Petugas pengamanan telah menyelenggarakan tindakan yang terukur buat mencegah eskalasi aksi teror tersebut, ” kata Herman.
 
Namun, menurut dia, fungsi polisi harus terus ditingkatkan. Dia menilai penangkapan terduga teroris belum efektif membenamkan potensi aksi teror. “Saya menodong kepada Polri dan BNPT sebagai mitra kami buat memperkuat fungsi intelijen pada mendeteksi kejadian serupa pada kemudian hari. Kejar & tangkap pelaku teror ini hingga akarnya, ” katanya pula.
 
Anggota Komisi III DPR Adde Rosi Khoerunnisa menjelaskan berdasarkan data BNPT, total teroris mencapai 6. 000 lebih. Menurut dia, hal ini bisa meresahkan & mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat.
 
“Saya mendorong agar BNPT dan Densus agar tetap menelusuri, menangkap, serta tetap melakukan pencegahan dengan menarik kementerian/lembaga. Misal dengan Kominfo, agar situs-situs penyebar kesimpulan radikal diblokir, sehingga tidak bisa diakses masyarakat, ” kata Adde Rosi.
 
Adde mengatakan dalam rapat dengan Komite III DPR, BNPT sudah menyampaikan terkait minimnya taksiran. Tetapi Komisi III DPR berkomitmen selalu mendukung pada setiap kebutuhan baik untuk interpretasi maupun program deradikalisasi.
 
“Secara karakter saya mendukung agar pengungkapan jaringan teroris ini diusut tuntas sampai ke akarnya serta pemenuhan informasi dengan akurat kepada masyarakat, supaya tidak timbul kepanikan, ” ujar Adde Rosi.
 
Sedangkan anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto mengatakan pemberantasan terorisme tidak bisa hanya secara menangkap tokoh-tokohnya. Pencegahan kudu diperkuat, sebab terorisme berkaitan dengan ideologi dan interpretasi yang berbeda. “Di sini, BNPT harus lebih berlaku, ” kata dia.
 
Dia mendorong penguatan BNPT sebagai role model dalam pencegahan terorisme. Wihadi berharap BNPT mampu memberikan program-program yang lebih mengena dengan dasar Peraturan Antiterorisme.
 
“Tidak hanya penindakan, namun pencegahan dan itu tersedia di BNPT. Instrumennya telah jelas ada di UNDANG-UNDANG Antiteroris yang baru, ” ujar Wihadi pula. (Ant/OL-12)