Pengusaha Ingin Dialog dengan DKI

KALANGAN pelaku usaha menginginkan berdialog dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehubungan dengan rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang lebih ketat besok.

Ketua Ijmal DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey, menyebutkan pihaknya telah berkirim surat pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melakukan dialog. Namun, had kini permintaan itu belum ditanggapi orang nomor satu di DKI tersebut.

“Sudah kita kirimkan setelah ada pengumuman PSBB ketat. Sayangnya, karakter usaha melalui asosiasi sampai masa ini belum diajak bicara untuk harapan dan solusi bersama, ” kata Roy saat dihubungi, kemarin.

Buat diketahui, sebelum pemberitahuan penarikan rem darurat tersebut, Anies tidak melakukan dialog atau pemberitahuan apa biar kepada asosiasi. Karena tidak cepat adanya balasan ajakan dialog, Aprindo kini merasa dipaksa untuk menyambut kebijakan PSBB ketat tersebut.

“Kita karakter usaha diposisikan hanya harus nrimo saja. Padahal, kita retail modern dan mal hadir untuk hajat pokok pangan dan nonpangan beserta kebutuhan sehari-hari masyarakat, ” perkataan Roy.

Menurutnya, mal dan retail modern telah bekerja sama dengan cara dalam menjalankan prosedur tetap (protap) covid-19 secara ketat dan terukur.

Oleh karenanya, Aprindo meminta agar retail modern dan mal diberikan persetujuan tetap buka terkait dengan cara memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Nusantara (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai kebijakan- kebijakan Gubernur DKI memberlakukan balik PSBB terlalu tergesa-gesa.

Keputusan itu juga dinilai tidak memikirkan dampak bagi pelaku usaha dan masyarakat dengan perlahan mulai bangkit dan saat ini tenggelam lagi karena adanya PSBB.

Seharusnya, Pemprov DKI Jakarta memilih buat mendisiplinkan orang guna melaksanakan protokol kesehatan. Itu karena PSBB justru akan berdampak negatif bagi klub, seperti kehilangan pekerjaan, di-PHK, ataupun dirumahkan sehingga risikonya sangat gembung.

“Poin saya jika PSBB saja & tidak ada tindakan preventif, tersebut percuma. Mau dibuat 1. 000 kali PSBB hasilnya akan langgeng sama, ” tandasnya. (Iam/E-1)