Pendirian Kampung Akuarium Dilakukan Anak Cara Lippo Group

PENGELOLA tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko mengungkapkan sumber pembiayaan pembangunan Kampung Akuarium diserahkan ke pengembang.

Pengembang yang dimaksud ialah PT Almaron Perkasa, yang merupakan budak usaha dari PT Lippo Karawaci Tbk. Hal itu kata Sarjoko diatur dalam Pergub 112 Bagian 2019 tentang Tata Cara Pelepasan Kewajiban Pembiayaan Pembangunan Rumah Lapis Murah/Sederhana melalui Konversi oleh Para-para Pemegang Ijin Pemanfaatan Ruang.

“Sumber pembiayaan pembangunan Kampung Susun sementara tersebut kewajiban pengembang PT Almaron Berani sebagaimana diatur dalam pergub itu, ” kata Sarjoko saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (18/8).

Baca juga: Ahok ke Anies: Pembangunan Kampung Akuarium Perdanya Mengizinkan?

Biaya yang digelontorkan untuk pembangunan itu mencapai Rp62 miliar. Namun, Sarjoko menuturkan, pihaknya masih membagi ulang soal total anggaran dengan dibutuhkan untuk menyelesaikan itu.

“Masih perlu dihitung ulang oleh perencana sebab ada penyesuaian kebutuhan di lapangan, termasuk memindahkan atau membangun perdana mushola, ” jelas Sarjoko.

Apabila, PT Almaron Perkasa tidak mencukupi pembiayaan pembangunan Kampung Akuarium sepenuhnya, DKI bakal mencari sumber lain bukan dari APBD.

Seperti diketahui, Kampung Akuarium sempat digusur oleh gubernur DKI sebelumya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2017. Ahok menganggap lahan yang ditempati oleh warga setempat merupakan lahan milik kongsi daerah yakni PD Pasar Jaya.

Namun, oleh Anies kawasan tersebut bakal diubah menjadi tempat hunian cukup yang berdiri di lahan seluas 10. 000 meter persegi. Berisi dari 5 blok bangunan dengan 241 unit hunian.

“Karena Jakarta mempunyai tradisi panjang tentang perkampungan, zona harus berkembang dan warganya harus merasakan kebahagiaan di dalamnya, ” sebut Anies kemarin (17/8). (OL-4)