Pendapat

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

DI  tempat tinggal beta di Depok, Jawa Barat, kadang sesekali menyelinap bujang kadal, belalang, atau lebah kelapa di pekarangan. Capung juga sesekali hinggap, walaupun kini sudah relatif kurang. Saya beruntung dapat mengenalkan hewan-hewan itu langsung ke putra-putri saya sehingga itu tahu wujud spesies tersebut, tidak cuma dari tampang atau kanal Youtube . Mereka pula bisa belajar  bagaimana hewan-hewan itu berfungsi sebagai pertalian makanan bagi mahluk lainnya dalam kehidupan, bukan hingga menghafal nama (beserta istilah latinnya), yang disampaikan tutor biologi.

Namun, saya tidak tahu sampai kapan hewan-hewan ini mampu bertahan. Kian menjamurnya permukiman, menyusutnya zona hijau, serta meningkatnya polusi kendaraan, membuat habitat sejumlah satwa itu kini semakin terdesak. Persoalan ini tak hanya terjadi di Nusantara melainkan juga di bagian dunia lain.

Masalah biodiversity atau keanekaragaman hayati dengan semakin terancam, memang saat ini menjadi konsern para pemerhati lingkungan, terutama seiring dengan meningkatnya ancaman perubahan kondisi. Keanekaragaman hayati tentu sekadar bukan cuma hewan, mengecualikan juga tanaman, hingga mikro organisme, baik di tanah maupun dasar lautan.

Pertengahan November tahun lalu, digelar konferensi internasional tentang keanekaragaman hayati bertema Sustainable use of plant, animal and microbial for advancing human welfare and nature conservation . Di konferensi yang digelar secara virtual itu dibahas lima topik utama yaitu, keanekaragaman hayati dan konservasi sumber daya alam, pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia, bioprospeksi sumber daya alam, aplikasi genom untuk mempromosikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta bioteknologi dan bioteknologi untuk bioproduk.

“Melalui konvensi internasional ini, kami berharap dapat bertukar ilmu, kemahiran dan hasil penelitian untuk menjamin penggunaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan bagi kita dan generasi di zaman depan, ” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Yan Rianto, dalam laman resmi Lembaga Ilmu Wawasan Indonesia (LIPI) menyambut konferensi itu.

Menurut LIPI, Nusantara merupakan negara yang mempunyai keanekaragaman hayati terbanyak pada dunia setelah Brasil. Laksana diketahui, hampir semua bahan dan makanan yang digunakan manusia berasal dari makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun mikroorganisme, sehingga keanekaragaman hayati sangat bermanfaat untuk kesejahteraan hidup manusia. Keragaman hayati juga berfungsi memelihara keseimbangan ekosistem. Pertanyaannya, apakah masyarakat di negeri ini sadar dan peduli mengenai semua ini?

Kemarin, masyarakat dunia memeringati Hari Keragaman Hayati (Biodiversity Day) 2021 yang bertema We’re part of the solution #ForNature (Kami adalah bagian sejak solusi #ForNature). Nah, keterangan ini seharusnya bisa siap momentum untuk mengenalkan sedang ragam kekayaan flora & fauna yang ada pada negara ini, terutama di kalangan generasi muda. Jangan mereka malah dijejali cerita-cerita tentang babi ngepet, jenglot, dan sejenisnya.