Pada Masa Pandemi CPRO Mampu Menaikan Penjualan dan Ebitda

DI tengah pandemi Covid-19, PT Central Proteina Prima Tbk (IDX: CPRO) sampai dengan triwulan ke-3 tahun 2020 masih mencatat kenaikan penjualan sebesar Rp5, 6 triliun, sedikit meningkat dari periode yang sama tahun 2019 yang mencapai Rp5, 5 triliun.

“Dua unit usaha Perseroan yang mencatat performa dengan pertumbuhan yang cukup baik adalah unit usaha pet food (produk makanan hewan kesayangan) yang membukukan kenaikan penjualan sebesar Rp522 miliar had September 2020 atau naik 57, 9% dibandingkan periode yang pas pada 2019, ” ungkap Corporate Secretary CPRO, Arman Ardika dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/11)

Selain unit usaha pet food, jelas dia, unit usaha export makanan frozen seafood membukukan penjualan sebesar Rp832 miliar, naik 26. 8% dibandingkan periode yang sama pada tarikh 2019 dengan pasar Eropa kira-kira 40-45%, Amerika Serikat 30-35%, Jepang 15-20% dan sisanya negara haluan export lain seperti China, Rusia, Philippines, Canada, dan negara lainnya memberikan kontribusi 15% dari total penjualan Perseroan selama 9 bulan pertama tahun 2020, naik 3% dari kontribusi penjualan export di dalam periode yang sama pada tahun 2019.

Namun, jelas dia, bukan berarti kinerja Perseroan tidak terdampak akibat pandemi. Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan semasa 9 bulan tahun 2020, kurang unit usaha tidak tumbuh dibandingkan dengan tahun 2019 seperti bisnis pakan ikan, pakan udang serta bibit udang.

Selain itu, unit daya domestic food mengalami penurunan pemasaran yang cukup signifikan dibandingkan secara tahun 2019, karena penurunan penjualan ke segmen horeca (hotel, restoran, café) yang merupakan sektor dengan cukup terdampak akibat pandemi COVID-19.

Namun demikian, nilai penjualan hingga tarikh 2020 diperkirakan akan naik daripada pencapaian tahun 2019, di kisaran Rp7, 4-7, 5 triliun secara EBITDA tahun 2020 diperkirakan hendak mencapai Rp725-750 milyar.

Menanggapi prospek usaha di tahun 2021, menurut Arman, Perseroan masih akan berhadapan dengan ketidakpastian kondisi ekonomi global, dimana masih dirasakannya dampak dari kebencian dagang (trade-war) antara Amerika Konsorsium dan China, pergolakan kurs Rupiah, dan juga pandemi COVID-19, Perseroan cukup optimis bahwa masih ada peluang untuk tumbuh. Maka sejak itu, Perseroan  mentargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 5% dengan target EBITDA antara Rp750-800 miliar.

“Keyakinan ini berdasarkan pengalaman Perseroan selama tahun 2020 dimana sektor makanan masih ialah sektor yang cukup dapat berdiam karena masyarakat masih membutuhkan nutrisi dari produk ikan dan tolol. Selain itu, Perseroan juga menganut Pemerintah Indonesia dan pemerintah pada negaranegara maju juga akan mencari jalan keras untuk mendorong daya kulak masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan konsumsi melalui berbagai program andalan, ” paparnya.

Sampai dengan bulan September 2020, Perseroan telah merealisasikan capex sebesar Rp45 miliar dan mengestimasikan tambahan capex sebesar Rp40 miliar di triwulan 4 tahun 2020. Mayoritas pengeluaran capex didominasi untuk peningkatan kapasitas produksi untuk makanan dan makanan hewan kesayangan serta
juga penambahan gudang di pabrik yang berlokasi di Sepanjang dengan estimasi Rp61 miliar, ekspansi pembibitan udang di Aceh Rp5 milyar, dan peremajaan fasilitas buatan yang ada sebanyak Rp19 miliar.

Jadwal capex untuk tahun 2021, sahih dia, sudah dianggarkan untuk menjunjung pertumbuhan bisnis Perseroan yang diperkirakan mencapai Rp102 miliar, yang berisi dari biaya peremajaan fasilitas periode dan sekaligus peningkatan kapasitas penerapan pakan dan makanan hewan pujaan sebesar Rp65 miliar,
penambahan kapasitas produksi pembibitan udang sebesar Rp13 miliar dan peremajaan fasilitas unit usaha selain kedua unit bisnis di atas sebesar Rp24 miliar.

“Kami optimis bahwa proses restrukturisasi obligasi anak perusahaan Perseroan Blue Ocean Resources Pte Ltd yang sedang dalam proses negosiasi serta diskusi dengan para pemegang obligasi akan mencapai kesepakatan tahun ini dan tuntas pada 2021, ” tandasnya. (OL-13)