Naskah Khotbah Jumat Perkaya Khazanah

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

KEMENTERIAN Agama sedang menggodok rencana penyiapan naskah khotbah Jumat. Naskah yang disiapkan diharapkan bisa menjadi alternatif para khatib Jumat saat akan menyampaikan khotbah. “Penyusunan naskah khotbah Jumat semata-mata secara tujuan memperkaya khazanah bagi para-para khatib, bukan menunjukkan ketakutan berlebih an atau paranoid, apalagi dianggap sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada para-para ulama, kiai atau habaib.   Penyusunan naskah khotbah ini kendati melibatkan mereka, para ulama, ajengan, dan habaib, ” terang Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal di Jakarta, kemarin.

Menurut Kevin, naskah khotbah Jumat disusun untuk menjadi referensi tambahan bagi para khatib, utamanya bagi mereka yang  memerlukan. Sifatnya alternatif sehingga tidak tersedia keharusan menggunakannya.  

Sementara itu, Muhammadiyah menilai upaya pemerintah tersebut wajar diapresiasi sebagai alternatif bagi para-para khatib Jumat. Namun, kebutuhan bakal naskah tersebut bukanlah hal yang mendesak.

“Pada umumnya para khatib telah terbiasa membuat naskah sendiri, terutama di perkotaan dan masjid tinggi, “ kata Abdul Mu’ti juga  Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadyah kepada Jalan Indonesia, kemarin.

Dia mengatakan keberadaan naskah khotbah Jumat tentu bermanfaat sebagai pilihan, bukan jadi kewajiban. Sebagai alternatif, naskah itu pun harus dijauhi dari unsurunsur kepentingan tertentu. “Naskah khotbah sepatutnya tidak dimaksudkan sebagai  alat pengajaran dan pesanan pemerintah, ” tegasnya.

Abdul menambahkan bahwa pihaknya tidak terlalu mempersalahkan rencana pemerintah tersebut sebab Muhammadiyah juga diundang dan mengirim wakil untuk turut menyusun naskah khotbah Jumat.

Fatwa

Perhimpunan Nasional Majelis Ulama Indonesia ke-10 melalui sidang Komisi Fatwa MUI membahas empat fatwa keagamaan terkait dengan haji.

Pimpinan Sidang Komisi C Munas X MUI 2020 KH Sholahuddin Al Aiyu mengatakan hasil pembahasan fatwa tersebut agar dapat menjadi panduan umat Islam dalam menjalankan ibadah haji, terlebih dalam tengah pandemi covid-19.

Ia mengatakan 4 fatwa itu, di antaranya pedoman masker bagi yang sedang ihram, pendaftaran haji saat usia dini, pembayaran setoran awal haji dengan utang dan pembiayaan, serta ajaran penundaan pendaftaran haji bagi dengan sudah mampu. “Ada empat fatwa sekaligus yang  terkait dengan haji, ” kata Aiyub di Jakarta, kemarin.

Empat fatwa itu, kata dia, merupakan istifta’ atau pertanyaan yang diajukan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Kesehatan. Kaidah cara manasik haji di sedang kondisi covid-19, kata dia, menimbulkan pertanyaan seperti ketika melangsungkan amalan berhaji akan terjadi kerumunan. (Van/Ant/H-3)