Mengarungi Unggahan Kesedihan di Medsos menggunakan Kisah Chrissy Teigen

ISTERI musisi John Legend, Chrissy Teigen, dikenal sebagai selebritas yang sangat aktif di media sosial (medsos). Perempuan yang juga seorang model dan presenter itu tidak hanya vokal soal hal-hal baik dan politik melainkan juga terbuka soal kehidupan pribadinya.  

Beberapa minggu yang lalu, di akun Instagramnya @chrissyteigen, ia mengunggah foto-foto ketika ia harus kehilangan anak ke-3 yang tengah dikandungnya. Model berdarah Thailand-Norwegia ini secara terbuka memposting foto-foto dirinya ketika harus melakukan berbagai tindakan medis. Postingan itu pun menuai berbagai reaksi sejak publik.  

Banyak orang yang menyayangi dan memberikan penghiburan kepadanya serta sang suami namun ada pula yang mempertanyakan keterbukaannya terhadap hal-hal yang begitu pribadi. Apalagi unggahan tersebut dibuat masih dalam saat kehilangan buah hati yang pertama berusia 7 bulan dikandungan, dengan diberi nama Jack itu.

Menanggapi memihak dan kontra atas postingannya, Teigen membuat sebuah tulisan cukup panjang. “Saya sudah mempersiapkan mental aku untuk segala hal yang akan terjadi. Saya diberikan epidural dan diinduksi untuk melahirkan anak saya yang berusia 20 minggu. Bani laki-laki kami tidak mampu bertahan di rahim saya, ” tulis Teigen dalam sebuah catatan klarifikasi yang ia terbitkan Instagramnya, Rabu (28/10).

Dalam catatan singkat tersebut Teigen menceritakan detail perjuangannya mempertahankan kehamilan ketiganya yang memang telah ia ketahui amat berisiko. Teigen bahkan sempat dirawat di rumah melempem setelah mengalami pendarahan berkepanjangan.  

Kandungannya didiagnosis mengalami ‘solusio plasenta parsial’ yakni komplikasi kehamilan dimana plasenta terlepas dari dinding rahim periode dalam sebelum proses persalinan. Lepasnya plasenta ini dapat menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen pada budak terganggu. Ia pun terpaksa kudu merelakan anak ketiganya.  

Teigen mengiakan harus menjalani persalinan mendadak untuk mengeluarkan jasad putranya, dan menodong sang suami untuk mendokumentasikan proses persalinan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Legend pun awalnya bingung dan tidak merasa perlu akan pengumpulan menyedihka itu.  

Namun Teigen menjelaskan bahwa baginya momen tersebut sebanding pentingnya dengan momen-momen bersejarah & membahagiakan dalam hidupnya, seperti momen pernikahannya maupun kelahiran dua bani mereka lainnya.  

“Saya ingin menetapi momen ini selamanya, sama seperti saya mengingat momen kami beradu di pernikahan kami, sama seperti ketika saya meneteskan air timbil saat melahirkan (dua anak itu yang lain) Luna dan Miles. Saya tahu, saya akan perlu membagikan cerita ini di zaman depan, ” jelas Teigen serupa dilansir theguardian. com, Rabu (28/10).

Teigen juga merasa foto-foto itu istimewa karena kemudian ia perlu memilah momen tersebut kepada orang asing. Ia ingin membantu orang yang mengalami nasib serupa. “Saya tidak peduli jika anda membenci foto-foto itu. Saya memilih untuk membagikan pengalaman saya, foto-foto ini tidak saya tujukan untuk siapa pula, selain untuk orang-orang yang sudah mengalami hal serupa yang aku alami, agar kami bisa silih berbagi dan tidak merasa seorang diri, ” tambahnya.  

Langkah Chrissy Teigen membagikan pengalamannya ini dipuji sebab banyak orang yang melihatnya jadi langkah penting bagi para perempuan agar mau bersuara, mengungkap perasaan dan pengalaman pahit yang pernah dialaminya. (M-1)