Melawan Kotak Kosong di Dua Kabupaten

KOTAK kosong balik mengisi pesta demokrasi di Sulawesi Selatan.

Tahun ini, dari gelaran pilkada di 12 kabupaten dan praja, dua di antaranya memunculkan bagian calon tunggal, yang harus berjibaku melawan kotak kosong.

Dua daerah itu ialah Kabupaten Gowa dan Soppeng. Di Gowa, pasangan petahana Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf mampu memborong dukungan dari semua partai politik yang memiliki 45 kursi pada DPRD.

“Hanya Gerindra yang dianulir sebagai partai pendukung karena persoalan administratif, ” kata Ketua KPUD Mukhtar Muis.

Adnan tetap bisa berbangga sebal. “Ini sejarah buat kami. Sejak awal, saya sudah siap menghadapi siapa pun di pilkada, termasuk melawan kotak kosong. ”

Di Soppeng, Bupati petahana Andi Kaswadi Rasak memilih berpasangan dengan kader NasDem Lutfi e Halide.

Mereka memborong seluruh kursi di parlemen. “Insya Allah kami sangat optimistis menang dengan bantuan semua pihak, ” tandas Andi.

Duet Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dipastikan terhindar dari melawan kotak kosong.

Kemarin, pesaing mereka, pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo mendaftar ke KPU Surakarta, Jawa Tengah. Bagian tukang jahit dan pengurus RW itu menegaskan bukan pasangan boneka atau hasil setting-an.

“Pasangan Bajo diusung ormas Tikus Pithi Hananta Garis yang berkoalisi dengan rakyat, ” kata tim pemenangan Bajo, Sigit Prakosa. Ketika menuju KPUD, bagian itu mengenakan beskap Jawa serta naik kuda.

Ribuan orang mengantar mereka, tidak kalah dari pengantar Gibran-Teguh saat mendaftar di hari perdana. “Kami juga mengusung konsep transisi. Satu hati untuk negeri demi masa depan Kota Surakarta, ” kata Bagyo.

Pilkada yang digelar pada 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah juga ditandai dengan lengsernya dua petahana karena tidak mendapat sokongan partai. Di Kendal, Bupati Mirna Annisa gagal maju karena cuma didukung Gerindra yang berkursi enam di DPRD, dari seharusnya sembilan kursi untuk bisa menampilkan calon. Nasib serupa juga dialami Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. Ia tersaruk sebab PKB yang sebelumnya oleh sebab itu pengusung ternyata memilih pasangan lain. (LN/WJ/AS/N-3)