Liga Berkuda Sukses Digelar di Pusat Pandemi

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

EQUESTRIAN Champions League (ECL) 2020 telah selesai digelar. Liga berkuda pertama di Tanah Air itu dinilai berlangsung sukses di  tengah pandemi Covid-19. ECL merampungkan enam seri sepanjang 2020. Seri pertama sampai ke-2 berlangsung dengan normal. Namun, mulai seri ketiga sampai seri keenam terjadi perubahan besar akibat pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia. Panitia kemudian melakukan sejumlah penyesuaian agar ECL bisa tetap berlangsung, yakni dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Penerapan protokol kesehatan ketat mengacu beberapa organisasi seperti Kementerian Muda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Gerak Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Federation Equestre Internationale (FEI), Asian Equestrian Federation (AEF) dan Pemda setempat. Contohnya adalah dengan membatasi orang yang diperbolehkan berada di medan dan menggelar pertandingan secara tertutup.

Founder Equestarian Champions League, Triwatty Marciano mengatakan ada beberapa yang dilakukan pihaknya, salah satunya membatasi jumlah peserta yang berada di kedudukan pertandingan. Mereka yang diizinkan berada di lokasi, antara lain atlet, pelatih, groom, ofisial, tenaga medis, dan pemilik kuda. Penonton bisa menyaksikan melalui KONI TV.

Liga berkuda equestrian pertama di Indonesia itu telah mendorong peningkatan kualitas pembinaan atlet olahraga berkuda equestrian. Taat Triwaty, format liga berjasa berasaskan peningkatan tersebut karena atlet tak hanya butuh latihan namun perlawanan.

“Dengan format liga, atlet dituntut bertanding lebih banyak dan juga memelihara konsistensi performanya, ” kata Triwatty dalam keterangan resmi, Minggu (30/11).

Keberhasilan ECL 2020 juga menjadi teladan untuk musim depan. Triwatty menguatkan kesuksesan ini akan membuat pihaknya terus berkomitmen menggelar edisi musim depan demi memajukan cabang gerak berkuda.

“Rangkaian ECL pertama 2020 diharapkan menjadi awal yang baik untuk pembinaan olahraga berkuda equestrian pada Indonesia. Pertandingan merupakan kebutuhan atlet dari tingkat klub yang merupakan garda terdepan pembinaan olahraga, ” ungkap Triwatty.

Namun, untuk tanggal penyelenggaraannya belum bisa dipastikan. Ke depannya akan diumumkan dalam waktu dekat. Di sisi lain, Indonesia juga ditetapkan sebagai tuan rumah Jumping World Challenge (JWC) yang diselenggarakan oleh Federasi Equestrian Internasional (FEI). Event itu diselenggarakan pada tahun 2021 mendatang di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP).

menangkap juga:   Pliskova Tunjuk Pembimbing Baru untuk Musim 2021

“Proses bidding sebagai tuan rumah FEI World Jumping Challenge ini sudah dilakukan lebih dari sembilan kamar sebelumnya. Perjuangan kami tidak mudah-mudahan, ” kata Sekretaris Jenderal PP. Pordasi Adinda Yuanita.  

Final FEI Jumping World Challenge tahun 2021 direncanakan akan digelar pada pertangahan September. Sebanyak 27 negara kontingen akan bertanding di babak final kompetisi Show Jumping dan para-para atlet yang akan bertanding merupakan yang menjadi juara pada babak kualifikasi yang sudah digelar. (OL-3)