Laksanakan PTM Terbatas, 22% Madrasah Tunjukan Praktik Baik

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

MENINDAKLANJUTI SKB 4 Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19, sebanyak 22% sekolah telah menyelenggarakan PTM terbatas. Hal tersebut menunjukan praktik baik terkait kebijakan yang telah ditetapkan dengan terus mematuhi adat kesehatan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri mengatakan satu diantara sekolah yang menunjukan praktik baik adalah SDN 03 Pontianak Selatan. Sekolah itu telah melakukan berbagai persiapan dalam menunjang PTM terbatas.

Baca juga:   BMKG: Suhu Samudera Hindia Naik Picu  Banjir di NTT

“Persiapan yang dilakukan SDN 03 Pontianak Selatan sebelum memulai PTM terbatas adalah membentuk tim satgas Covid-19, mempersiapkan metode operasional standar (POS) PTM terbatas, melakukan pemenuhan daftar periksa, memperbanyak imbauan 4M di lingkungan sekolah, mengumumkan rencana PTM terbatas pada RT, Kelurahan, dan Babinkamtibnas, melaporkan perkembangan kesiapan tes coba PTM terbatas dalam dinas pendidikan (disdik) Praja Pontianak, ” ungkapnya di keterangan resmi, Senin (5/4).

Agar PTM terbatas berlaku secara aman, SD Negeri 03 Pontianak Selatan melayani beberapa langkah untuk meyakinkan kelancaran. Langkah-langkah yang diambil di antaranya mengimbau pada setiap guru untuk melakukan rapid test secara berkala, mendata dan memastikan bahwa anak dan guru yang rendah atau merasa tidak sip badan untuk tidak ke sekolah. Selain itu juga selalu menerapkan protokol kesehatan tubuh, memastikan tidak ada yang masuk ke lingkungan madrasah tanpa izin dari keamanan sekolah, mengecek suhu di setiap warga sekolah yang hadir dan pergi serta mengimbau pendidik dan tenaga kependidikan untuk segera melakukan vaksinasi.

Dalam hal pembagian rombongan belajar, SDN 03 Pontianak Selatan menerapkan anjuran pemerintah yaitu maksimal 50 obat jerih kapasitas per kelas jadi dalam satu rombongan bersekolah terdapat dua kelompok melancarkan. Masing-masing rombongan belajar menyelenggarakan PTM terbatas sebanyak besar kali dalam satu minggu.

“Siswa dengan nomor absen 1-16 masuk di hari Senin dan Rabu, anak dengan nomor absen 17-32 masuk di hari Selasa dan Kamis, ” tutur Jumeri.

Dalam satu kali pertemuan, berlangsung selama 3 jam dari pukul 07. 00–10. 00 WIB jadi setiap siswa melakukan PTM terbatas sebanyak 6 jam dalam satu minggu.

“Jam masuk dibuat selang seling dengan jeda beberapa menit agar ketika pulang tidak terjadi penumpukan, ” sebutan Jumeri.

Untuk mengkombinasikan PTM terbatas dengan pembelajaran langkah jauh (PJJ), SDN 03 Pontianak Selatan melakukan PJJ secara daring melalui persekutuan Whatsapp untuk memberikan bahan kepada kelompok belajar dengan pada hari tersebut tidak giliran masuk ke sekolah. Pembahasan tugas dilakukan dalam ruang kelas bagi yang giliran masuk dan lewat aplikasi Zoom bagi dengan giliran PJJ. Selanjutnya, hari Jumat digunakan untuk melayani evaluasi PTM terbatas di dalam setiap minggunya.

Sekolah lain yang telah membagikan pengamalan baik dalam PTM terpatok adalah SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan. Dalam melaksanakan PTM terbatas, salah mulia guru SMAN 9 Bengkulu Selatan, Meydia Afrina mengucapkan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan juga pemangku siswa atau orang gelap siswa untuk melakukan sosialisasi dengan dua tujuan, yaitu pertama, mendengarkan pendapat orang tua ketika sekolah hendak dibuka kembali, kemudian yang kedua adalah memastikan wali untuk menyiapkan anak mereka dengan protokol kesehatan yang ketat ketika kembali ke sekolah”.

Persiapan yang dikerjakan SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan sebelum memulai PTM terbatas antara lain mempersiapkan kurikulum yang digunakan di dalam kondisi khusus, melakukan pemasokan alat protokol kesehatan, mempersiapkan ruang belajar sesuai secara petunjuk SKB Empat Menteri, mempersiapkan sarana fisik sekolah seperti sanitasi dan kebersihan sekolah dan melaporkan kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Kemudian, agar PTM terbatas lestari berlangsung secara aman, SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan selalu mengingatkan untuk setia pada protokol kesehatan, tidak membuka kantin dan tidak melakukan kegiatan yang melahirkan kerumunan, selalu mengingatkan peserta didik untuk jaga iman, aman dan imun, melaksanakan pembiasaan hidup bersih secara rajin cuci tangan & tidak ada jam bubar.

Kemudian contoh praktik indah dari SMAN 9 Bengkulu Selatan dalam pembagian rombongan belajar, rombongan belajar dibagi menjadi 2 shift yakni pagi dan siang secara jadwal per tingkat. Senin dan Kamis untuk bagian XII, Selasa dan Jumat untuk kelas XI, dan Rabu dan Sabtu buat kelas X.

Dalam mulia minggu, siswa melakukan PTM terbatas dengan total 4 jam 30 menit. Sebab jam belajar tatap membuang yang berkurang, maka ditambahkan PJJ dengan memberikan tambahan materi menggunakan berbagai maklumat yang dikuasai guru sesuai Google Classroom, Whatsapp, & lainnya.

“Saya yakin penuh praktik baik lain sebab sekolah di daerah-daerah asing dalam mempersiapkan PTM terbatas pada era kebiasaan anyar, ” tutur Jumeri.

Pengamalan baik lainnya juga hadir dari SDN 2 Pembataan. Plt. Kepala Sekolah, Nina Zurdiana, mengatakan pada kegiatan tatap muka di sekolah, siswa SDN 02 Pembataan terdiri dari 590 siswa.

“Jadi kami menggunakan hanya dengan enam rombel, kepala rombel terdiri dari 30 siswa. Namun kami untuk menjadi tiga kelompok, maka satu kelompok terdiri lantaran kurang lebih 10-12 anak dalam satu kelompoknya. Kepala kelompok itu mempergunakan waktu selama satu jam buat pembelajaran. Jadi pembelajaran tersebut dilaksanakan dengan menggunakan penjelasan saja kepada siswa, penyerobotan tetap dilakukan di vila, ” ujar Nina Zurdiana.

Baca juga:  

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan yang guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksinasi untuk segera memenuhi daftar periksa dan menawarkan opsi PTM terbatas.

“SKB itu sudah berlaku. Tidak menetapkan menunggu Juli 2021 untuk melakukan PTM terbatas. Satuan pendidikan yang sudah maupun dalam proses melakukan PTM terbatas walau pendidik serta tenaga kependidikannya belum divaksinasi tetap diperbolehkan melakukan PTM terbatas selama mengikuti aturan kesehatan dan sesuai permisi pemerintah daerah, ” logat dia. (OL-6)