KPK Periksa Sekda Kota Banjar Terpaut Kasus Infrastruktur

PERSEN Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menilik sejumlah saksi aterkait kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur pada Jawatan PUPR Kota Banjar, Jawa Barat. Sejumlah saksi yang diperiksa antara lain Sekretaris Daerah Kota Banjar Ade Setiana dan eks bagian DPRD Kota Banjar Seodrajat Argadiredja.

“Penyidik memanggil beberapa pihak sebagai bukti dan juga melakukan penyitaan bahan bukti dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek infrastruktur dalam Dinas PUPR Kota Banjar Tahun Anggaran 2012-2017, ” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (8/10).

Selain memeriksa Sekda dan anggota DPRD, penyidik juga memanggil empat saksi lain yaitu Staf Bank BJB Banjar Aceu Roslinawati, pemimpin BJB Cabang Banjar periode 2012-2017 Ace Roslinawati, Penasihat CV Giza Dago Gilang Gumilang, dan seorang PNS Kota Kampung Citra Reynantra. Adapun semua penelitian digelar di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jabar di Kota Bandung.

Sebelumnya, penyidik KPK juga memeriksa sebanyak saksi dari Dinas PUPR Praja Banjar, pegawai Bank BJB, serta pengusaha. Terkait pemeriksaan tersebut, Ali Fikri mengatakan penyidik mendalami perkiraan aliran dana yang mengalir ke sejumlah pihak terkait proyek-proyek di Pemkot Banjar.

“Penyidik mengonfirmasi terkait metode dan alur transaksi perbankan terkait perkara ini yang diduga serupa mengalir ke berbagai pihak, ” ucap Ali.

KPK saat ini pusat menyidik dugaan korupsi proyek insfrastruktur pada Dinas PUPR Kota Dukuh (2012-2017). KPK mensinyalir ada dugaan aliran dana terkait proyek infrastruktur tersebut.

Baca juga: Polri Selidiki Kesibukan Peretasan Situs DPR

Sejumlah saksi sebelumnya juga telah diperiksa, antara asing mantan anggota DPRD Banjar Watak Kusmono, Kepala Inspektorat Kota Banjar Ojat Sudrajat, dan Direktur Operasional PT Pribadi Manunggal, Guntur Rachmadi. Penyidik juga pernah memeriksa Walikota Banjar Ade UU Sukaesih jadi saksi dalam kasus itu. KPK menggali keterangan Ade terkait usaha keluarga walikota yang menjabat perut periode itu.

KPK juga sempat meneriksa saksi lain yakni mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah (DPPKAD) Kota Dukuh Yuyung Mulya Sungkawa dan Direktur PT Cahaya Kristal Putra, Dadang Alamsyah.

Meski sudah memeriksa saksi-saksi, komisi antirasuah hingga kini belum mengungkap detail penyidikan dan tersangka. Ali Fikri mengatakan pengumuman lengkap kejadian akan disampaikan ketika dilakukan penahanan sesuai kebijakan pimpinan KPK masa ini.

Penyidikan kasus di Banjar itu bermula pada 10 Juli awut-awutan ketika tim KPK menggeledah Pendopo Walikota Banjar. Penggeledahan di wadah Walikota Ade Uu Sukaesih tersebut terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Banjar.

Tim penyidik KPK saat itu sedang mengerahkan alat bukti terkait dugaan manipulasi infrastruktur di Pemkot Banjar. Pemeriksa juga menggeledah kantor Dinas PUPR Kota Banjar. (OL-2)