KPK Ingatkan Jangan Terjebak Tukar Menukar Kado

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

KETUA Tip Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyinggung penyelenggara negara soal tukar-menukar kado yang identik dengan perjamuan Natal. Menurutnya, tukar-menukar kado untuk penyelengara negara tak ubahnya manifestasi koruptif suap atau gratifi kasi.

“Saya ingatkan kepada rekan-rekan penyelenggara negeri untuk tidak terjebak dalam praktik korupsi suap- menyuap atau gratifi kasi seperti tukar- mengukar bestelan atau kado yang biasanya berlaku menjelang atau saat peringatan keadaan besar agama, seperti Hari Natal, ” kata Firli melalui petunjuk tertulis, kemarin.

Meskipun budaya dalam perayaan keaga maan, Firli menyebut praktik itu akan memiliki tujuan terbatas jika melibatkan pihak-pihak yang mengangkat taktik Sinterklas. Ia mengatakan Sinterklas menerapkan sikap hanya memberi tidak harap kembali, sehingga banyak saya negara yang tertipu daya hingga terjerembab dalam pusaran korupsi.

“Bukan cuma terjebak, tidak sedikit aparatur negeri dan negara yang malah mengaduk-aduk, bahkan meminta bingkisan atau hadiah mewah agar tampil glamor zaman hari raya, ” ujarnya.

Sejatinya, lanjut Firli, Natal merupakan bentuk pengorbanan dan rasa solidaritas kesederhanaan buat menggapai sukacita menuju kemenangan yang universal. “Esensi ini sejalan menceraikan pemberantasan korupsi di Indonesia, yaitu kerelaan luar biasa agar tetap berperilaku jujur, menjauhi perilaku koruptif, dan teguh menjaga harkat kedudukan serta integritas, adalah bentuk simpati yang sederhana untuk merengkuh sukacita kemenangan bersama, dalam perang menumpas korupsi di negeri ini, ” papar Filri.

Secara terpisah, pelaksana suruhan (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyebut sebanyak 13 dari 70 narapidana korupsi menjalani ibadah Natal di balik jeruji besi. Ia menjelaskan misa Natal dikerjakan pada pukul 07. 00–08. 00 WIB.

“Setelah itu mereka diizinkan untuk menerima kunjungan keluarga secara daring, ” jelas Ali.

Kendati demikian, KPK membatasi waktu kunjungan daring tersebut selama lima jam. Perangkat hubungan daring itu digunakan secara berputar oleh para narapidana korupsi.

Sementara tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Dasar dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkum dan HAM) Reynhard Silitonga dalam keterangan resmi, Kamis (24/12), mengatakan pemerintah memberikan Remisi Khusus (RK) Natal Tahun 2020 pada 11. 669 Narapidana pemeluk pegangan Kristen dan Katolik.

Dari jumlah itu sebanyak 11. 474 narapidana memperoleh RK I atau pengurangan sebagian dan 195 narapidana lainnya mendapatkan RK II atau bebas. (Tri/Cah/P-5)