KPK Harga Alasan Febri Diansyah Tertinggal

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati mundurnya Kepala Jawatan Humas KPK Febri Diansyah lantaran komisi antirasywah.

KPK juga menghargai penghargaan mantan Juru Bicara KPK tersebut soal alasannya berhenti terkait status KPK setelah hampir setahun perbaikan undang-undang.

“KPK menghargai dan menghormati apa yang sudah menjadi keputusan yang bersangkutan termasuk tentang penilaiannya kepada KPK saat ini, ” sekapur Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (25/9).

Ali Fikri mengatakan pemberhentian Febri tengah diproses. Pimpinan pun nantinya akan lekas memilih pejabat pelaksana untuk letak Kepala Biro Humas. Setelah tersebut, dilakukan seleksi untuk menilih pejabat definitif. Ali menyatakan berhentinya Febri tak akan berpengaruh bagi program-program KPK yang akan tetap berjakan.

“Beberapa agenda serta program-program pencegahan serta pemberantasan korupsi yang sudah direncanakan sebelumnya berjalan seperti biasa, ” ujarnya.

Febri diketahui mengajukan surat pembatalan diri pada 18 September. Melalui suratnya, ia meminta agar metode pemberhentiannya diproses per 18 Oktober 2020.

Terkait alasan pengunduran diri, Febri menyebut kondisi politik dan dasar berubah bagi KPK setelah adanya revisi undang-undang. Ia mengaku suram berkontribusi lebih di KPK secara kondisi sekarang. Ke depan, Febri berencana tetap akan bekerja pada bidang pemberantasan korupsi.

“Ada rencana dengan beberapa orang teman untuk membuat sebuah kantor hukum publik yang concern pada advokasi anti korupsi khususnya advokasi terhadap korban korupsi, kemudian perlindungan konsumen selain bantuan hukum lainnya yang harus dikerjakan dengan standar integritas, ” cakap Febri.

Saat pergantian kepemimpinan KPK dalam akhir tahun lalu, Febri tak teristimewa menjabat juru bicara dan fokus sebagai Kepala Biro Humas KPK. Sebelumnya ia menjabat Juru Cakap KPK sejak 2016 hingga 2019. Sebelum bergabung di KPK, Febri merupakan aktivis di Indonesia Corruption Watch (ICW). (OL-8)