Konsep ‘Project Big Picture’ Dinilai Untuk Liga Inggris Menjemukan

KLUB-klub Liga Inggris menolak dialog ‘Project Big Picture’ yang diinisiasi oleh Liverpool dan Manchester United. Manajer Southampton, Ralph Hasenhuttl, mengecap konsep itu bakal membuat kompetisi menjemukan.

Jika terwujud, maka kisah Cinderella selaiknya yang dilakukan Leicester City kala menjadi juara Liga Premier Inggris 2015/16 tidak akan terjadi lagi.

Proposal ‘Project Big Picture’ mengiming-imingi keuntungan bagi 72 klub yang ada di tiga kasta asosiasi di bawah Liga Premier. Tetapi, menurut Hasenhuettl, dampak jangka panjangnya akan mempengaruhi aspirasi klub-klub menantang jajaran elit.

“Itu pemikiran yang terlalu pendek, sebab mungkin Anda hendak mendapatkan lebih banyak uang ataupun ada keuntungan langsung, tetapi benar mungkin menyulap liga ini cuma punya satu tim juara pada sembilan musim beruntun seperti di Jerman atau Italia, ” sebutan Hasenhuttl, Kamis (15/10) malam.

“Sejujurnya, untuk saya itu akan menjemukan. Dengan menarik dari Liga Premier merupakan kita punya juara berbeda di dalam dua atau tiga tahun. Dongeng Leicester tidak akan terjadi jika perubahan ini diterapkan, ” imbuhnya.

Baca juga:   Klub Bon Primer Inggris Tolak Rencana Reformasi Radikal

Diketahui, wacana ‘Project Big Picture’ ditolak mentah-mentah oleh klub-klub Liga Premier dan Hasenhuettl mengaku senang dengan sikap itu.

“Saya sangat senang bahwa mereka melihat bertambah baik mempertahankan cara yang telah ajeg di Inggris ini, ” tuturnya.

“Alasan Liga Premier sangat digemari adalah karena ini liga menyesatkan kompetitif, kemenangan 7-2 Aston Villa atas Liverpool misalnya itu menyusun liga ini jadi sangat memikat, ” pungkasnya.

Wacana ‘Project Big Picture’ meliputi perubahan besar dalam tata liga dan keuangannya, termasuk mengurangi jumlah peserta jadi 18 perhimpunan dan hak suara spesial untuk klub-klub besar. (Ant/OL-5)