Jemaah Khawatirkan Hoaks Pagebluk Covid-19

SUDAH delapan bulan pagebluk yang disebabkan virus korona terakhir menghantui kehidupan sehari-hari warga asosiasi di Indonesia.

Akan tetapi, kekhawatiran publik terhadap informasi atau berita bohong (hoaks) tentang covid-19 yang berseliweran di media sosial tak serupa kunjung surut.

Demikian ungkap Direktur Manajer Indikator Burhanuddin Muhtadi ketika menjelajahkan hasil Survei Nasional Mitigasi Hasil Covid-19: Tarik-menarik Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan melalui tayangan Youtube, kemarin.

“Sebanyak 55, 7% responden sangat khawatir dengan hoaks. Ini penting disampaikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang betul. Responden memiliki kekhawatiran luar biasa tinggi terkait hoaks yang menyesatkan tentang virus korona, ” introduksi Burhanuddin.

Adapun responden yang mengaku khawatir luar biasa terhadap validitas fakta covid-19 sebanyak 12, 7%. Lulus sekitar 5, 3% responden tidak merasa khawatir (lihat grafik). Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan pihaknya mengidentifikasi sebanyak 2. 020 hoaks soal covid-19 dengan 104 orang menjadi simpulan. Ribuan hoaks itu ditemukan dalam empat platform digital yang ada di Indonesia.

“Yakni di Facebook tersedia 1. 497, di Instagram 20, di Twitter ada 482, di Youtube ada 21, ” terang Johnny.

Burhanuddin melanjutkan mereka yang benar khawatir meminta pemerintah memprioritaskan penanganan kesehatan. “Tuntutan responden soal kesehatan tubuh itu tinggi. Sebaliknya yang menyatakan tidak khawatir covid-19 meminta pemerintah memprioritaskan ekonomi. ”

Survei Indikator kali ini melibatkan 1. 200 responden melalui metode wawancara via telepon pada 24-30 September dengan batas of error sekitar 2, 9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Persekutuan

Dalam menanggapi tingginya harapan masyarakat agar pemerintah mengedepankan aspek kesehatan dalam menangani pandemi korona, Kepala Badan POM Penny K Lukito menyatakan hingga kemarin pihaknya menyungguhkan pelaksanaan uji klinis fase ketiga terhadap vaksin covid-19 berjalan pantas rencana.

“Pada 8-9 September 2020, Institusi POM menginspeksi pelaksanaan uji klinis ke seluruh pusat uji klinis. Hasilnya tidak ada temuan berkelakuan kritikal, ” ungkap Penny dalam keterangan resmi, kemarin.

Sebanyak 1. 620 relawan pun tuntas mendapatkan suntikan pertama vaksin covid-19 buatan Sinovac, Tiongkok, yang dilakukan dalam kurang sesi di Bandung.

Dirut PT Bio Farma, Honesti Basyir, dalam siaran persnya di Bandung, kemarin, mengutarakan pengadaan vaksin covid-19 untuk Nusantara telah ditetapkan pemerintah, yakni untuk 170 juta jiwa atau kira-kira 60% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengemukakan bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah serta masyarakat merupakan modal untuk muncul dari krisis kesehatan dan ekonomi akibat covid-19.

“Kuncinya jangan sampai anak obat positif korona melonjak. Sebab, kalau sampai ada kenaikan signifikan, negeri bakal mempertimbangkan untuk kembali mengencangkan PSBB yang membatasi gerak ekonomi, ” tandas Rerie, sapaan akrab Lestari, kemarin. (Ata/BY/RO/Ant/X-3)