Istana Tunda Pertemuan dengan Anwar Ibrahim

ISTANA nasional Malaysia telah menunda audiensi dengan Ayah Al-Sultan Abdullah untuk sekutu kepala oposisi Anwar Ibrahim, kata para pemimpin senior oposisi, kemarin, dalam tengah pergolakan baru untuk jabatan perdana menteri negara itu.

Anwar sudah bertemu dengan Raja Abdullah, Selasa (13/10), untuk membuktikan bahwa ia memiliki dukungan mayoritas parlemen dengan
meyakinkan untuk membentuk pemerintahan baru. Hal itu memicu pertentangan politik baru hanya beberapa kamar setelah Perdana
Menteri Muhyiddin Yassin naik jabatan.

Dalam sebuah penjelasan, para pemimpin oposisi Partai Lagak Demokratik (DAP) dan Amanah mengucapkan mereka awalnya dipanggil untuk audiensi terpisah dengan Raja. “Namun, tadi malam sekretaris pribadi senior Yang Mulia memberi tahu kami bahwa  kedua sesi dengan Yang Syahdu telah ditunda, ” bunyi maklumat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng dan Presiden Amanah Mohamad Sabu.

Pada konferensi pers pada Selasa, Anwar mengatakan tempat telah menyerahkan dokumen kepada Raja untuk membuktikan bahwa dia
mendapat dukungan lebih dari 120 anggota parlemen di 222 kedudukan parlemen.  

Namun, istana kemudian mengonfi rmasikan dalam sebuah pernyataan bahwa Anwar telah mengajukan sejumlah anggota parlemen yang dia katakan mendukungnya, tetapi bukan identitas pendukungnya.

Raja memutar peran yang sebagian besar bersemangat seremonial, tetapi dia dapat menetapkan seorang perdana menteri yang  menurutnya mungkin akan memimpin mayoritas. Pemerintah baru biasanya dipilih di Malaysia, tetapi raja memainkan peran dalam  kasus tertentu.

Awal tahun ini, di puncak perselisihan politik yang membuat jatuhnya pemerintahan Mahathir Mohamad, Baginda menunjuk Muhyiddin sebagai perdana menteri setelah bertemu dengan setiap anggota parlemen untuk mengetahui siapa dengan mereka dukung. Kritikus mengatakan Muhyiddin, yang bertahan dengan mayoritas perut kursi di parlemen, telah menyikat kekuasaan dengan menggeser aliansi, kiranya mendapatkannya di kotak suara. (Van/CNA/I-1)