Hindari Antrean, Penjualan Tiket Bioskop Tetap Daring

PLT Kadisparekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengucapkan tidak boleh ada antrean maupun kerumunan saat pembelian tiket di bioskop. Karenanya, pihaknya mewajibkan pemasaran tiket dilakukan secara daring.

“Kita wajibkan penjualan tiket itu online, ” kata Gumilar, Kamis (27/8).

Pengelola bioskop telah menyediakan aplikasi pembelian tiket secara daring sebelum masa pandemi covid-19. Sistem penjualan tiket itu dapat segera digunakan.

Selain itu, kapasitas penonton di dalam bioskop dibatasi sebesar 50% kapasitas. Penonton pula diberi jarak satu kursi polos.

Baca juga: Itu Prosedur Antisipasi Penularan Covid-19 pada Bioskop

Pemberlakuan jarak tersebut juga valid bagi keluarga. Hal ini buat mengantisipasi pembelian tiket berkelompok namun bukan satu keluarga.

“Kita tidak pendidikan dia penonton keluarga atau saudara ramai-ramai yang nonton bareng kan. Pesan tiketnya pasti grup, ” ujar Gumilar.

Gumilar menyebut penerapan adat kesehatan di bioskop harus suntuk.

Para karyawan diwajibkan mengenakan alat penjaga diri (APD) lengkap mulai dari penggunaan masker, sarung tangan & face shield.

Pengelola juga harus membawa cairan pencuci tangan (hand sanitizer) di tempat-tempat strategis. Penonton pula wajib menggunakan masker selama berada di bioskop. (OL-1)