Divonis 12 Tahun Penjara, Najib Razak Ajukan banding

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Datuk Cahaya Najib Razak, Kamis (30/7), mengajukan banding terkait putusan bersalah serta hukuman 12 tahun penjara beserta denda 210 juta ringgit Malaysia oleh Mahkamah Tinggi terkait pemberian 42 juta ringgit Malaysia hak SRC International Sdn Bhd.

Najib melalui pengacaranya mengajukan pemberitahuan banding pada Kantor Pendaftaran Mahkamah Tinggi, Kompleks Mahkamah Jalan Duta Kuala Lumpur.

Penyampaian banding tersebut dibenarkan oleh advokat Muhammad Farhan Muhammad Shafee yang juga salah seorang pengacara di tim pembelaan kasus SRC International.

Majelis hukum Tinggi dalam sidang Selasa telah memerintahkan Najib Razak dipenjara 10 tahun masing-masing bagi tiga tuduhan penyalahgunaan uang 42 juta ringgit Malaysia milik SRC International.

Baca juga:   Beijing Menimbulkan Eropa Tidak Terlibat dalam Liga AS

Hakim Mohd Nazlan Mohd Ghazali dalam keputusannya turut memerintahkan Najib dipenjara 12 tahun dan didenda 210 juta ringgit Malaysia bagi satu tuduhan menyalahgunakan kedudukan.

Terkait tuduhan pencucian uang, hakim memerintahkan Najib menjalani penjara 10 tahun untuk setiap tuduhan.

Hakim Mohd Nazlan memerintahkan semua hukuman penjara tersebut berlaku dengan serentak.

Mahkamah Tinggi membuat keputusan tersebut setelah mendapati pihak penuntut berhasil membuktikan semua tuduhan terhadap tertuduh. (Ant/OL-7)